0 0
Read Time:3 Minute, 47 Second

MAMUJU — Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi membawa berbagai potensi unggulan Kabupaten Mamuju ke panggung nasional melalui APKASI Otonomi Expo 2026. Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan produk UMKM, kain Sekomandi, sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas.

APKASI Otonomi Expo 2026 berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Kabupaten Tangerang, Banten. Acara resmi dibuka pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Bupati Sutinah memimpin langsung rombongan Kabupaten Mamuju. Sejumlah pimpinan perangkat daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Mamuju, dan perwakilan pelaku UMKM turut mengikuti kegiatan tersebut.

Bupati Mamuju Promosikan Potensi Daerah

Keikutsertaan Mamuju dalam APKASI Otonomi Expo 2026 tidak sekadar menghadirkan stan pameran.

Pemkab Mamuju memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan produk unggulan kepada pengunjung dari berbagai daerah. Selain itu, pemerintah daerah ingin membuka peluang kerja sama dengan calon investor.

Menurut Sutinah, expo menjadi tempat bagi seluruh daerah di Indonesia untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pasar yang lebih luas.

Karena itu, Mamuju membawa produk yang mencerminkan potensi ekonomi sekaligus identitas budaya daerah.

Harapannya, promosi tersebut dapat memperluas pasar produk lokal dan menarik minat investasi ke Kabupaten Mamuju.

Kain Sekomandi Jadi Produk Unggulan Mamuju

Salah satu produk yang mendapat perhatian dalam pameran adalah kain Sekomandi.

Stan Kabupaten Mamuju menampilkan proses penenunan kain tersebut secara langsung. Selain kain, produk turunannya seperti tas dan syal juga diperkenalkan kepada pengunjung.

Pada hari pertama pameran, sejumlah produk unggulan Mamuju dilaporkan mendapat respons positif. Produk berbahan kain Sekomandi termasuk yang banyak diminati pengunjung.

Kehadiran Sekomandi juga memberikan nilai tersendiri bagi promosi Mamuju.

Pasalnya, pemerintah daerah tidak hanya menawarkan produk untuk dijual. Pemkab sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia.

UMKM Mamuju Dapat Panggung Nasional

Selain Sekomandi, Pemkab Mamuju membawa berbagai produk UMKM ke APKASI Otonomi Expo 2026.

Puluhan produk makanan turut mengisi stan Mamuju. Di antaranya terdapat keripik dan kue hasil produksi UMKM binaan TP PKK Kabupaten Mamuju.

Dengan demikian, expo memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Langkah tersebut sejalan dengan perhatian Pemkab Mamuju terhadap pengembangan usaha lokal. Sebelumnya, pemerintah daerah juga menggelar UMKM Expo 2026 dalam rangka Hari Jadi Mamuju ke-486. Kegiatan itu memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha sekaligus menghadirkan layanan publik.

Bupati Sutinah menilai UMKM memiliki peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi daerah. Oleh sebab itu, akses promosi menjadi salah satu hal yang terus diperluas pemerintah.

APKASI Otonomi Expo Didorong Jadi Ruang Investasi

APKASI Otonomi Expo 2026 juga diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata bagi daerah.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, yang membuka acara mewakili Menteri Dalam Negeri, menekankan pentingnya pemerintah kabupaten mengubah potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi.

Menurutnya, daerah memiliki sentra pangan, faktor produksi, serta tenaga kerja yang dapat dikembangkan. Namun, pemerintah daerah membutuhkan inovasi dan kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi tersebut.

Bima juga mengingatkan agar expo tidak hanya dinilai dari jumlah pengunjung.

Pameran diharapkan menghasilkan jejaring bisnis dan investasi yang benar-benar dapat direalisasikan. Dengan demikian, manfaat kegiatan dapat berlanjut setelah expo selesai.

Empat Hal Menjadi Perhatian Pemerintah Daerah

Dalam pembukaan APKASI Otonomi Expo 2026, Kemendagri turut mengingatkan kepala daerah mengenai sejumlah agenda pembangunan.

Ada empat hal yang menjadi perhatian. Pertama, pemerintah daerah perlu meningkatkan pelayanan dasar dan infrastruktur. Kedua, daerah harus memperkuat ketahanan pangan dan energi.

Selanjutnya, pemerintah daerah perlu mendorong transformasi ekonomi.

Pada saat yang sama, persoalan seperti stunting, kemiskinan, dan pengangguran tetap membutuhkan perhatian serius.

Pesan tersebut menegaskan bahwa promosi potensi daerah harus berjalan bersama dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Mamuju Bidik Peluang Investasi

Bagi Pemkab Mamuju, APKASI Otonomi Expo 2026 membuka peluang untuk mempertemukan potensi daerah dengan investor.

Sutinah berharap kegiatan tersebut dapat menarik calon investor yang ingin mengembangkan usaha di Mamuju.

Investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, pemerintah juga perlu memastikan investasi memberikan manfaat bagi masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru.

Karena itu, promosi produk lokal menjadi salah satu pintu untuk menunjukkan potensi Mamuju.

Produk UMKM dapat memperlihatkan kekuatan ekonomi masyarakat. Sementara itu, Sekomandi membawa identitas budaya yang menjadi pembeda Mamuju dari daerah lainnya.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Potensi Mamuju

APKASI Otonomi Expo 2026 dihadiri berbagai unsur pemerintah dan pemangku kepentingan.

Selain pemerintah kabupaten dari berbagai wilayah Indonesia, kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan kementerian, pemerintah provinsi, dan duta besar negara sahabat.

Kondisi itu membuat expo menjadi ruang untuk membangun jejaring antardaerah.

Bagi Kabupaten Mamuju, jejaring tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran produk, membuka kerja sama, dan memperkenalkan peluang investasi.

Keikutsertaan Mamuju juga memperkuat upaya pemerintah daerah dalam memberikan ruang kepada UMKM.

Melalui promosi yang lebih luas, produk lokal memiliki kesempatan untuk menjangkau konsumen baru. Selain itu, kekayaan budaya seperti kain Sekomandi dapat semakin dikenal di tingkat nasional.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %