PADANG – Dua siswa SMPN 3 Padang mendapat penghargaan setelah menunjukkan keberanian saat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Reyhan Nurres dan Gilang Okta Pratama membantu menyelamatkan pengibaran Merah Putih ketika tali tiang bendera tiba-tiba putus. Wali Kota Padang Fadly Amran kemudian memberikan beasiswa pendidikan khusus kepada keduanya.
Penghargaan tersebut diserahkan di SMP Negeri 3 Padang pada Senin, 31 Agustus 2026.
Aksi itu sendiri terjadi saat upacara 17 Agustus 2026. Ketika proses pengibaran berlangsung, tali pada tiang bendera mendadak putus.
Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan upacara. Reyhan dan Gilang dengan cepat mencoba membantu agar Merah Putih tetap dapat dikibarkan.
Dua Siswa SMPN 3 Padang Bergerak Cepat
Reyhan Nurres menjadi siswa pertama yang mencoba membantu. Siswa kelas 7.3 itu langsung mengacungkan tangan setelah melihat masalah pada tali bendera.
Kemudian, Reyhan maju dan mencoba memanjat tiang. Ia ingin mengambil kembali tali yang terlepas.
Namun, Reyhan mengalami kesulitan saat berada di tengah tiang. Ia bahkan sempat hampir terjatuh.
Karena itu, guru meminta Reyhan turun demi keselamatannya.
Upaya tersebut belum berakhir. Gilang Okta Pratama, siswa kelas 9.1, kemudian menawarkan diri untuk melanjutkan usaha temannya.
Gilang Berhasil Memasang Kembali Tali
Setelah mendapat izin, Gilang mulai memanjat tiang bendera.
Ia terus bergerak hingga berhasil mencapai bagian tali yang terlepas. Setelah itu, Gilang memasang kembali tali tersebut.
Dengan demikian, petugas dapat melanjutkan pengibaran Merah Putih.
Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di SMPN 3 Padang pun kembali berjalan dengan tertib.
Aksi spontan itu kemudian menarik perhatian warga sekolah. Selain berani, kedua siswa menunjukkan rasa peduli terhadap jalannya upacara.
Fadly Amran Beri Beasiswa Pendidikan
Keberanian dua siswa SMPN 3 Padang tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Padang.
Wali Kota Padang Fadly Amran memberikan beasiswa pendidikan khusus kepada Reyhan dan Gilang.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas tindakan keduanya saat upacara kemerdekaan.
Selain itu, pemberian beasiswa menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya menghargai prestasi akademik. Sikap berani, peduli, dan mau membantu juga memiliki nilai penting dalam pendidikan.
Reyhan turut menyampaikan rasa terima kasih setelah menerima penghargaan tersebut.
Sekolah Sambut Positif Penghargaan
Kepala SMP Negeri 3 Padang, Rika Sismiwati, menyambut baik perhatian Pemko Padang terhadap kedua siswanya.
Menurut pihak sekolah, kunjungan Wali Kota Padang tidak hanya berkaitan dengan bantuan seragam sekolah.
Pemko Padang juga memberikan penghargaan kepada Reyhan dan Gilang atas tindakan mereka pada 17 Agustus.
Sementara itu, penghargaan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi kedua siswa.
Kisah mereka juga dapat menjadi contoh tentang pentingnya kepedulian di lingkungan sekolah.
Aksi Spontan Bermula Saat Upacara
Peristiwa tersebut terjadi tanpa rencana.
Awalnya, upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung seperti biasa. Para siswa dan guru mengikuti kegiatan di sekolah.
Namun, masalah muncul ketika tali tiang bendera tiba-tiba putus.
Reyhan segera mencoba membantu. Setelah mengalami kesulitan, ia turun atas arahan guru.
Selanjutnya, Gilang mengambil kesempatan untuk melanjutkan usaha tersebut.
Ia berhasil mencapai tali dan memasangnya kembali. Petugas upacara kemudian dapat meneruskan pengibaran bendera.
Karena aksi keduanya, kegiatan sekolah bisa kembali berjalan dengan baik.
Keselamatan Siswa Tetap Menjadi Prioritas
Keberanian Reyhan dan Gilang mendapat apresiasi. Meski begitu, keselamatan siswa tetap menjadi hal utama.
Hal tersebut terlihat ketika guru meminta Reyhan turun setelah ia mengalami kesulitan saat memanjat.
Keputusan itu bertujuan mencegah risiko yang lebih besar.
Oleh sebab itu, aksi kedua siswa sebaiknya dilihat dari nilai kepedulian dan keberaniannya. Tindakan berisiko tetap membutuhkan pengawasan orang dewasa.
Nilai utama dari peristiwa ini adalah kemauan untuk membantu ketika muncul masalah.
Pemko Padang Bagikan Seragam Gratis
Pada kesempatan yang sama, Pemko Padang juga menjalankan program bantuan pendidikan.
Pemerintah membagikan bantuan seragam sekolah gratis secara simbolis kepada siswa SMPN 3 Padang.
Sebanyak 103 siswa kurang mampu di sekolah tersebut menjadi penerima bantuan. Sementara itu, jumlah siswa SMPN 3 Padang tercatat sebanyak 506 orang.
Program bantuan itu menjadi bagian dari Padang Juara.
Melalui program tersebut, Pemko Padang ingin membantu kebutuhan pendidikan siswa dari keluarga yang membutuhkan.
Selain meringankan beban keluarga, bantuan seragam diharapkan mendukung kegiatan belajar siswa.
Program Padang Juara Dukung Pendidikan
Padang Juara menjadi salah satu program Pemerintah Kota Padang di bidang pendidikan.
Program ini mencakup dukungan bagi siswa sekaligus upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Di SMPN 3 Padang, dua bentuk perhatian terlihat dalam kegiatan yang sama.
Pertama, pemerintah memberikan bantuan seragam kepada siswa dari keluarga kurang mampu.
Kedua, Reyhan dan Gilang mendapat beasiswa atas keberanian mereka.
Dengan demikian, pemerintah memberikan dukungan dari dua sisi. Bantuan diberikan untuk kebutuhan sekolah sekaligus penghargaan terhadap karakter positif siswa.
Sekolah Bukan Hanya Tempat Belajar Akademik
Peristiwa yang dialami Reyhan dan Gilang menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas.
Sekolah juga menjadi tempat siswa belajar tentang tanggung jawab, kepedulian, dan keberanian.
Dalam kejadian tersebut, kedua siswa menghadapi masalah yang muncul secara tiba-tiba.
Mereka memilih untuk membantu agar upacara dapat dilanjutkan.
Namun, sekolah tetap perlu memastikan setiap tindakan berlangsung dengan aman.
Karena itu, keberanian perlu berjalan bersama sikap hati-hati dan arahan dari guru.
Beasiswa Jadi Apresiasi bagi Reyhan dan Gilang
Reyhan Nurres dan Gilang Okta Pratama memiliki peran berbeda dalam peristiwa tersebut.
Reyhan menjadi siswa pertama yang menawarkan bantuan. Sementara itu, Gilang melanjutkan usaha temannya hingga tali berhasil dipasang kembali.
Aksi mereka membuat proses pengibaran Merah Putih dapat diteruskan.
Atas tindakan tersebut, Fadly Amran memberikan beasiswa pendidikan kepada keduanya.
Selain menjadi penghargaan pribadi, beasiswa itu membawa pesan bagi siswa lain.
Keberanian, rasa peduli, dan kemauan membantu merupakan nilai positif yang dapat tumbuh di lingkungan sekolah.
Kisah dua siswa SMPN 3 Padang tersebut akhirnya menjadi salah satu momen menarik dalam peringatan kemerdekaan di sekolah mereka.