OKI – Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Penambahan personel darat menjadi salah satu langkah untuk mempercepat pemadaman titik api.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto turun langsung memantau kondisi di lapangan. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru juga ikut dalam peninjauan tersebut pada Senin, 31 Agustus 2026.
Sebelumnya, mereka mengikuti rapat penanganan karhutla di Markas Daops Manggala Agni Sumatera XVII, OKI. Bupati OKI Muchendi Mahzareki dan jajaran Forkopimda turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Tim Darat Berperan Penting Padamkan Karhutla
Herman Deru menjelaskan bahwa tim darat memiliki peran penting dalam proses pemadaman. Dari 17 hektare lahan yang berhasil dipadamkan sehari sebelumnya, sekitar 15 hektare ditangani oleh tim darat.
Sementara itu, sekitar dua hektare lainnya ditangani melalui operasi water bombing. Saat itu, sebanyak empat helikopter disiagakan untuk mendukung penanganan karhutla dari udara.
Selain pemadaman, Operasi Modifikasi Cuaca juga terus dimanfaatkan. Langkah tersebut dilakukan saat terdapat potensi awan hujan yang memungkinkan pelaksanaan operasi.
BNPB Pantau Perkembangan Titik Api di OKI
Kepala BNPB Suharyanto mengapresiasi perkembangan penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Berdasarkan pemantauan yang disampaikan dalam rapat, total lahan terbakar di Sumsel mencapai sekitar 46 hektare.
Adapun wilayah terdampak di Kabupaten OKI menyusut hingga tersisa lima titik api. Luas area yang masih terdampak tercatat sekitar 21 hektare.
Selain itu, BNPB meminta kebutuhan petugas di lapangan mendapat perhatian. Dukungan tersebut mencakup uang harian hingga kelengkapan peralatan. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan dan mobilitas Satgas Karhutla.
Menhut Minta Personel Darat Ditambah
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menilai kekuatan pasukan darat perlu ditambah. Penambahan personel diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman di wilayah terdampak.
Namun, pengaturan kerja petugas juga harus diperhatikan. Personel yang bekerja di lapangan perlu mendapat waktu istirahat yang cukup agar tidak mengalami kelelahan berlebihan.
Setelah rapat koordinasi, rombongan meninjau lokasi kebakaran lahan di sepanjang ruas Tol Palembang–Kayu Agung. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung proses penanganan titik api.
Di lapangan, pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Satgas gabungan bekerja dari darat, sedangkan helikopter melakukan water bombing pada area yang masih terbakar.