PADANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang mempercepat Rehabilitasi Drainase Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo. Pekerjaan ini bertujuan memperbaiki fungsi saluran air sekaligus mengurangi potensi genangan ketika hujan berintensitas tinggi melanda kawasan tersebut.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, meninjau langsung pekerjaan tersebut pada Senin, 31 Agustus 2026.
Pekerjaan itu merupakan bagian dari Rehabilitasi Drainase Paket 11. Pemerintah Kota Padang menjalankan program tersebut untuk memperbaiki sekaligus mengoptimalkan fungsi saluran drainase di Tabing Banda Gadang.
Dengan saluran yang berfungsi optimal, air hujan dapat mengalir lebih lancar. Selain itu, risiko munculnya genangan di kawasan permukiman dapat ditekan.
Rehabilitasi Drainase Tabing Banda Gadang Terus Digenjot
Malvi Hendri menjelaskan bahwa pembenahan drainase menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan Kota Padang.
Menurutnya, saluran drainase yang berfungsi dengan baik dapat membantu mengalirkan air secara optimal.
Karena itu, PUPR Padang tidak hanya membangun saluran baru. Pemerintah juga melakukan pemeliharaan dan rehabilitasi terhadap saluran yang sudah tersedia.
Langkah tersebut diperlukan agar fungsi drainase tetap terjaga seiring perkembangan kawasan.
Selain itu, kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur lingkungan yang aman dan nyaman terus meningkat.
Kurangi Risiko Genangan Saat Hujan
Rehabilitasi Drainase Tabing Banda Gadang juga diarahkan untuk mengurangi potensi genangan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Saluran yang mengalami masalah dapat menghambat aliran air. Akibatnya, air berpotensi tertahan dan menggenangi lingkungan sekitar.
Oleh sebab itu, PUPR Padang berupaya memastikan saluran kembali berfungsi secara optimal.
Pemeliharaan juga menjadi bagian penting dari pekerjaan tersebut. Dengan demikian, manfaat drainase dapat bertahan dalam jangka panjang.
Upaya ini sekaligus mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang lebih tertata.
Bagian dari Pemulihan Infrastruktur Pascabanjir
Pekerjaan di Tabing Banda Gadang bukan program yang berdiri sendiri.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Padang telah mempercepat pemulihan sejumlah infrastruktur setelah banjir melanda wilayah tersebut pada awal Agustus 2026.
Pada 10 Agustus, Pemko Padang menyebut Rehabilitasi Drainase Paket 11 sebagai salah satu pekerjaan untuk memulihkan sistem saluran air di Kecamatan Nanggalo.
Banjir kembali menguji Kota Padang pada 3 Agustus 2026. Setelah kejadian tersebut, pemerintah melakukan perbaikan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kewenangannya.
Karena itu, rehabilitasi tidak hanya berorientasi pada kerusakan fisik.
Pemerintah juga ingin meningkatkan ketahanan infrastruktur agar masyarakat memperoleh perlindungan lebih baik ketika menghadapi cuaca ekstrem.
Anggaran Rehabilitasi Mencapai Rp5,95 Miliar
Berdasarkan informasi mengenai pekerjaan yang dimulai pada 10 Agustus, Rehabilitasi Drainase Paket 11 menggunakan APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2026.
Nilai pekerjaan mencapai Rp5.956.144.495.
Sementara itu, pekerjaan fisik dipercayakan kepada CV Teguh Satria Perkasa dengan masa pelaksanaan selama 132 hari kalender.
Proyek tersebut tercatat dalam kontrak Nomor 69/KONT-SDA/TKD-DAU/PUPR/2026.
Anggaran itu digunakan dalam rangka pemulihan dan penguatan fungsi drainase kawasan.
Dengan pekerjaan tersebut, pemerintah berharap aliran air dapat kembali berjalan secara optimal.
PUPR Padang Perkuat Sistem Drainase
Penanganan drainase menjadi salah satu bagian dari upaya Kota Padang menghadapi risiko banjir dan genangan.
PUPR tidak hanya memperbaiki saluran lama. Dinas tersebut juga membangun saluran baru di sejumlah lokasi.
Selanjutnya, saluran drainase akan diintegrasikan dengan saluran primer agar sistem pembuangan air bekerja lebih efektif.
Tabing Banda Gadang termasuk kawasan yang mendapat perhatian dalam penanganan tersebut.
Selain kawasan itu, PUPR juga memprioritaskan beberapa titik di Koto Tangah, Pauh, Kuranji, serta kawasan lainnya.
Langkah ini menjadi bagian dari mitigasi bencana di Kota Padang.
Pemeliharaan Drainase Dilakukan Berkelanjutan
PUPR Padang menilai pembangunan baru saja tidak cukup untuk menjaga sistem drainase.
Pemeliharaan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Selain menjaga kelancaran aliran air, perawatan rutin dapat membantu pemerintah menemukan kerusakan atau penyumbatan lebih awal.
Karena itu, Pemko Padang menggabungkan pembangunan, rehabilitasi, dan pemeliharaan sebagai bagian dari penanganan drainase.
Pemerintah berharap langkah tersebut dapat mengurangi persoalan genangan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Di sisi lain, perkembangan kawasan juga membuat kebutuhan terhadap drainase semakin besar.
Sistem saluran air harus mampu mengikuti perubahan lingkungan dan aktivitas masyarakat.
Penataan Tabing Banda Gadang Juga Disiapkan
Selain pekerjaan Paket 11, kawasan Tabing Banda Gadang masuk dalam rencana penanganan drainase lingkungan yang lebih luas.
Pemerintah Kota Padang sebelumnya berkoordinasi dengan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Barat terkait penanganan banjir.
Berdasarkan survei awal, genangan di sejumlah kawasan terjadi karena belum tersedianya drainase lingkungan atau karena saluran terputus akibat bangunan dan aktivitas masyarakat.
Untuk Tabing Banda Gadang, terdapat rencana menggunakan sistem drainase tengah jalan dengan teknologi box culvert.
Konsep tersebut dirancang agar saluran lebih mudah dirawat dan tetap berfungsi dengan baik.
Namun, rencana penataan terpadu tersebut merupakan program yang berbeda dari pekerjaan Rehabilitasi Drainase Paket 11 yang sedang berjalan.
Infrastruktur Mendukung Lingkungan yang Lebih Nyaman
Perbaikan drainase memberikan manfaat langsung terhadap lingkungan permukiman.
Ketika aliran air berjalan lancar, risiko air tertahan di jalan dan kawasan tempat tinggal dapat berkurang.
Selain itu, infrastruktur yang terawat membantu masyarakat menjalankan aktivitas dengan lebih aman saat musim hujan.
PUPR Padang karena itu terus mendorong peningkatan kualitas saluran secara bertahap.
Pemerintah juga menyesuaikan pekerjaan dengan kebutuhan setiap kawasan.
Melalui Rehabilitasi Drainase Tabing Banda Gadang, Pemko Padang berharap fungsi saluran air semakin optimal. Pada saat yang sama, potensi genangan saat hujan deras dapat diminimalkan.
Program tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah menghadirkan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan tertata bagi masyarakat Kota Padang.