KUBU RAYA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, terus diperkuat. Pemerintah daerah juga memberi perhatian pada keselamatan masyarakat dan petugas yang bekerja di lapangan.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan ikut memantau penanganan karhutla di Kubu Raya. Sebelumnya, ia juga mengikuti peninjauan bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan maksimal. Selain itu, pemerintah ingin mencegah api meluas ke permukiman dan fasilitas masyarakat.
Penanganan Karhutla Kubu Raya Terus Diperkuat
Karhutla menjadi perhatian serius karena sebagian wilayah Kubu Raya berupa lahan gambut. Kondisi tersebut membuat api dapat bertahan dan kembali muncul meski kebakaran di permukaan telah dipadamkan.
Meski demikian, penanganan yang dilakukan tim gabungan mulai menunjukkan perkembangan. Jumlah titik panas di Kubu Raya sebelumnya tercatat sekitar 214 titik. Angka tersebut kemudian turun menjadi 63 titik berdasarkan informasi pemerintah daerah pada 25 Agustus 2026.
Namun, pemerintah meminta seluruh petugas tetap waspada. Sebab, kondisi cuaca dan lahan gambut masih dapat memicu munculnya titik api baru.
Berbagai langkah pun terus dilakukan. Pemerintah mengandalkan patroli, pemadaman darat, operasi udara, hingga modifikasi cuaca untuk mengendalikan karhutla.
Keselamatan Petugas dan Relawan Jadi Perhatian
Selain memadamkan api, keselamatan personel di lapangan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Petugas harus menghadapi panas, asap, serta medan yang sulit selama proses pemadaman.
Pemkab Kubu Raya sebelumnya juga memberikan perhatian khusus kepada para relawan. Mereka terdiri dari unsur pemadam pemerintah, pemadam swasta, TNI, Polri, dan kelompok relawan lainnya.
Bahkan, pemerintah daerah telah memberikan dukungan bagi petugas dan relawan saat status tanggap darurat diberlakukan. Langkah ini dilakukan untuk membantu mereka menjalankan tugas di tengah tingginya risiko karhutla.
Sementara itu, operasi pemadaman tetap mengutamakan keselamatan personel. Tim darat juga mendapat dukungan helikopter water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit dicapai.
Masyarakat Diminta Ikut Cegah Karhutla
Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan titik api atau tanda kebakaran.
Selain itu, patroli dan edukasi terus dilakukan di sejumlah wilayah Kubu Raya. Upaya tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla.
Kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat akan terus diperkuat. Langkah ini penting untuk melindungi warga sekaligus mencegah kebakaran meluas di Kalimantan Barat.